<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anaketasman's Weblog</title>
	<atom:link href="http://anaketasman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anaketasman.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2009 08:55:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='anaketasman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8ddc03977054ff458a27d1a3088ff244?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Anaketasman's Weblog</title>
		<link>http://anaketasman.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>uji coba</title>
		<link>http://anaketasman.wordpress.com/2009/03/01/uji-coba/</link>
		<comments>http://anaketasman.wordpress.com/2009/03/01/uji-coba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 08:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anaketasman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anaketasman.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[ &#60;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anaketasman.wordpress.com&blog=3368862&post=3&subd=anaketasman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#8221;"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	text-align:center; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-priority:99;<br />
	mso-style-qformat:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:11.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;;<br />
	mso-ascii-font-family:Calibri;<br />
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br />
	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;<br />
	mso-hansi-font-family:Calibri;<br />
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;<br />
	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tulisan ini menceritakan tentang awal kegiatan studi banding seluruh<span> </span>Kepala Desa (kepala Kampong) se<span> </span>Kecamatan Sahu<span> </span>di Jawa Barat. Studi banding, adalah istilah yang sering digunakan para pengambil kebijakan dalam rangka melakukan pengamatan terhadap suatu objek diwilayah lain, dan berupaya mengamati dan mempelajari sedemikian rupa sehingga memiliki konsep untuk merekayasa suatu program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan dan potensi<span> </span>di wilayahnya sendiri. Bagi masyarakat awam, memiliki konstruksi pemahaman tersendiri tentang apa itu Studi banding.?. Secara sederhana mereka<span> </span>memahami studi banding<span> </span>sebagai<span> </span>suatu kegiatan<span> </span>“membanding-banding”kan<span> </span>apa yang dimiliki oleh “diri” (daerah) kita, dan apa yang dimiliki oleh “orang lain”(daerah lain)<span> </span>pada objek yang sama, namun lebih maju dan berkembang dari apa yang dimiliki oleh “diri” (daerah) kita. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang jelas, Konsep studi banding sendiri <span> </span>memiliki nuansa akademik dan keilmiahan, <span> </span>karena berkaitan dengan suatu objek <span> </span>lapangan<span> </span>atau fenomena yang hendak di amati dan di pelajari, karena bagaimanapun juga terdapat suatu </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">aktivitas studi</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> di sana. Oleh karenanya, bagi siapa saja yang melakukan studi banding, layak<span> </span>memiliki konsep dan metodologi yang jelas, sehingga hasil studi benar-benar dapat di pertangunggjawabkan secara sosial maupun keilmuan. Secara sosial, di harapkan hasil studi banding dapat bermanfaat dan “berbuah nyata” bagi <span> </span>masyarakat dan daerah, dan secara keilmuan dapat diukur kemanfaatan dan kegunaan dari sisi keilmiahan berdasarkan<span> </span>hasil studi banding di maksud. Oleh karenanya, jika kegiatan studi banding tidak memiliki konsep yang jelas, maka bukan kemanfaatan dan kegunaan yang di dapat, melainkan kemudharatan dari hasil studi banding yang akan di terima oleh masyarakat dan daerah itu sendiri.<span id="more-3"></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Sabtu sore di Jakarta, terlihat wajah-wajah Kampong/desa<span> </span>di kecamatan sahu nampak <span> </span>dan menjadi nyata menampakan dirinya di jalan Pramuka Jakarta. Mereka adalah Para Kepala-kepala desa se Kecamatan sahu yang datang mengikuti Studi Banding tentang <span> </span>Desa di Daerah Jawa Barat. Mereka<span> </span>berjumlah sembilan belas orang , yang datang ke jakarta sabtu siang, dengan<span> </span>menggunakan maskapai penerbangan Expres Air. Kepala-kepala desa ini memilih Jasa pelayanan Hotel Puri Mega sebagai Tempat tinggal mereka selama 2 hari, atau hingga senin pagi dengan biaya kamar per hari<span> </span>250 ribu untuk kelas superior. <span> </span>Dengan demikian total anggaran yang harus di keluarkan dari anggaran ADD <span> </span>itu untuk membiayai kamar<span> </span>sembilan belas kepala desa selama 2 hari di taksir sebesar sembilan juta lima ratus ribu rupiah. Jika di totalkan lagi dengan biaya tiket pesawat dengan harga 1,5 jta<span> </span>PP, dikalikan sembilan belas orang, ditambah dengan biaya hotel, maka secara keseluruhan total pengurasan dana ADD sebesar kurang lebih enam puluh juta rupiah, belum biaya Tak terduga lainnya selama berada di Jakarta dan Jawa Barat. Anggaran (ADD) sebesar itu, seharusnya<span> </span>di peruntukan bagi pembangunan di desa, namun hanya di gunakan untuk membeli tiket pesawat dan menyewa kamar hotel di jakarta tanpa “maksud dan tujuan” yang jelas. Tapi tidak apa-apa lah, ADD juga sama halnya dengan APBD Desa. APBD daerah kita saja dipakai se enaknya oleh pejabat daerah kita<span> </span>untuk bermondar mandir di jakarta,Lantas kenapa Pak kades tidak bisa? Harus bisa dong, mereka juga yang<span> </span>punya wilayah, dan wilayah mereka beserta masyarakatnya menjadi ukuran tentang besar tidaknya penetapan DAU daerah itu sendiri. Karena Asumsinya, penetapan dau terdapat beberapa indikator, salah satunya adalah aspek geografis (kewilayahan meliputi desa), dan Jumlah penduduk<span> </span>( didesa juga).<span> </span>Oleh karenanya kebarangkatan kepala desa ke Jakarta dan jawa Barat, dari sisi baik buruknya penelian masing-masing kita, layaknya diberikan apresiasi yang berimbang.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Siapapun dia, jika baru pertama kali<span> </span>menginjakan kakinya di Ibu Kota Negara RI, pasti<span> </span>terlihat mengangah, dan heran bercampur gelisah <span> </span>karena melihat situasi sosial, ekonomi dan <span> </span>pembangunan, yang <span> </span>tentu berbeda jauh dengan daerahnya sendiri. Kemacetan, pengemis, jalanan, pencuri, penipu, adalah<span> </span>sederetan potret sosial<span> </span>wajah ibu kota yang<span> </span>ikut melaju dan berkembang bersama kemajuan pembangunan. Salah seorang kepala desa menuturkan, Sejak dari sore hingga menjelang malam, dia nongkorong di depan hotel Puri Mega, tepatnya di salah satu Warung rokok, namun dia melihat dan mengamati diantara orang-orang yang berada disekitarnya<span> </span>berjalan berlalu-lalang kesana-kemari dengan kepentingan dan kesibukannya masing-masing tanpa saling menyapa satu dengan yang lain. Fenomena ini tidak pernah di temukan di desanya, katanya lagi. Ternyata, menurut kepala desa itu,<span> </span><span> </span>Dinamika masyarakat dengan sistem kekerabatan yang berlangsung di desa, tidak pernah di temukan pada masyarakatan perkotaan seperti Jakarta. Sambil berjalan, nampak seorang pengemis mendekati dirinya dan<span> </span>menadah kedua tangannya untuk meminta uang. Rasa kasihan mulai menyelimuti perasaan ibah kepala desa ini. Walau keberangkatan kejakartanya dengan uang pas-pas-an bersumber dari dana ADD (Alokasi dana Desa), masih sempat dia menyisihkan sebagian rejekinya kepada pengemis jalanan itu sebesar sepuluh ribu rupiah, sambil menengok<span> </span>di samping kiri-kanan dirinya yang di lalui oleh orang-orang berdasi di sekitarnya, yang<span> </span>tampak mengacuhkan permintaan<span> </span>si pengemis tadi.<span> </span>Jakarta adalah Kota kumpulan manusia Biadab, Kota para Bintang,<span> </span>menurut<span> </span>kesimpulannya saat itu. Hanya senyuman yang dapat saya <span> </span>berikan sebagai respons atas pernyataan kepala desa tadi, karena dugaan saya ,<span> </span>kebosanan dan kebencian kepala desa terhadap situasi sosial,ekonomi di tengah kota jakarta, <span> </span>akan menjadi sirna dan seketika “dia” akan menjadi bagian dari <span> </span>para binatang-binatang yang hidup di kota Jakarta<span> </span>pada malam nanti , jika dirinya<span> </span>mengenal<span> </span>lebih jauh suasana di sudut-sudut kota jakarta <span> </span>yang<span> </span>indah lainnya, seperti di daerah Gaja Mada dan sekitarnya. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">malam minggu, tepat pukul 20.00 di Hotel Puri mega, tampak keluar satu persatu gerombolan kepala desa menuju halaman hotel. Disamping kiri halaman hotel Puri Mega terdapat diskotik mini<span> </span>dangdutan Puri Mega dijadikan base camp oleh mereka. Malam sudah semakin larut, jarum jam sudah menunjukan pukul 21.30. Wajah-wajah desa ini, dengan matanya melotot, di hinggapi lalatpun tidak akan berkedip memandang wanita-wanita berparas cantik, dengan body<span> </span>gitar spanyol berwarnah putih mulus keluar masuk diskotik mini itu. Kegelisahan <span> </span>bercampur keinginan untuk “menikmati” <span> </span>lebih dekat “mawar putih” dan “kupu-kupu malam” yang sekejap lewat didepan “mata desa” mereka yang polos itu,<span> </span>memaksakan mereka untuk masuk dan menikmati remang-remang malamnya di diskotik mini itu. Tidak tahu apa yang telah terjadi di dalam sana ( di diskotik itu). Tapi yang pasti ada saja yang aneh-aneh, lucu, dan luar biasa terjadi didalam sana (didalam diskotik). Kurang lebih dua jam setengah mereka berada di ruang diskotik. Gemuruh gendang dangdutan,disertai penari yang sexi , tentu menambah suasana malam yang mengasyikan bagi sebagian gerombolan kades itu. Seorang kades, ketika keluar dari diskotik itu langsung saja mengeluh tentang mahalnya satu kali sentuhan “gunung nona” seharga seratus ribu rupiah. Harga<span> </span>yang cukup mahal,<span> </span>Jika dibandingkan dengan kafe “Sidangoli indah”<span> </span>yang<span> </span>mungkin “lebih” dari yang dia dapat saat ini, kesalnya. Terkesan mereka mulai “membanding-bandingkan” sistem pelayanan” kupu-kupu malam” antara kafe sidangoli dan Diskotik Puri Mega. Sepertinya<span> </span>Ini adalah langkah awal dan hasil awal dari studi banding mereka ke pulau Jawa. Tak lama kemudian satu persatu para kades itu mulai keluar dari ruang diskotik, sambil menceritakan tingkah lakunya masing-masing selama berada di dalam ruangan diskotik itu.<span> </span>Kedengaran ada cerita yang lucu,<span> </span>aneh-aneh sampai pada hal-hal yang “mengangkan” tentunya. Tak puas dengan kenikmatan suasana malam yang ditawarkan oleh diskotik mini itu, sebagaian memilih untuk mengunjungi tempat-tempat hiburan lain yang menawarkan suasana yang berbeda. Waktu sudah menunjukan pukul 24.00 malam. Seandainya suasana malam itu didesa, yang terdengar hanya lah suara burung-burung malam, suara gonggongan anjing malam, dan berbagai suara macam binatang yang lainnya,kata seorang kades. Tapi di jakarta, pukul 24.00 semakin menampakan keramaiannya.Banyak “burung-burung” yang terbang ingin di “tembaki ”<span> </span>dan di “makan” oleh para pemangsa, demikian analogi si kades ini tentang suasana malam di kota jakarta. Mendengar pernyataan ini, seketika yang berada disekitarnya tertawa sambil membenarkan statmen kades itu. <span> </span></span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anaketasman.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anaketasman.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anaketasman.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anaketasman.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anaketasman.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anaketasman.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anaketasman.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anaketasman.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anaketasman.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anaketasman.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anaketasman.wordpress.com&blog=3368862&post=3&subd=anaketasman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anaketasman.wordpress.com/2009/03/01/uji-coba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc26263ef7426809360500666cedd42?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">anaketasman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://anaketasman.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/</link>
		<comments>http://anaketasman.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 18:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anaketasman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anaketasman.wordpress.com&blog=3368862&post=1&subd=anaketasman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anaketasman.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anaketasman.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anaketasman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anaketasman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anaketasman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anaketasman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anaketasman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anaketasman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anaketasman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anaketasman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anaketasman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anaketasman.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anaketasman.wordpress.com&blog=3368862&post=1&subd=anaketasman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anaketasman.wordpress.com/2008/04/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5fc26263ef7426809360500666cedd42?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">anaketasman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>